Kereta hari ini

Hari ke dua Ramadhan tgl 19 Juni 2015.

Pagi ini ada segurat cerita yang saya peroleh dari gerbong kereta yang saya naiki kali ini. Tadi saya berangkat ke kantor agak telat dari biasanya. Pas sampai di stasiun, kereta arah Jakarta Kota pas tiba di stasiun Citayam. Bergegas saya naik dan masuk di gerbong seperti biasanya.

Seperti biasa pula, saya menyapu pemandangan dalam gerbong, mencari titik aman untuk berdiri nyaman. Saya bergerak lincah menerobos kerumunan penumpang yang berkumpul di sekitar pintu gerbong, maju ke tengah gerbong yang sedikit lebih renggang. Continue reading

Advertisements

Terjebak!

Ceritanya gw pulang kantor habis sholat isya. Seperti biasa kereta cukup padat, hanya saja bisa dibilang malam itu agak sedikit lega, terbukti gw bisa menonton film melalui layar hape gw dengan tenang. Pas tiba di stasiun Tanjung Barat, tiba-tiba ada penumpang yang berdiri meninggalkan kursinya. Anehnya tidak ada yang ingin menggantikan posisi penumpang tadi. Sebagai informasi, dalam dunia perkeretaan, kursi itu ibarat harta karun yang tak ternilai harganya. Continue reading

Tipe RoKer ala Perabot Rumah Tangga

Setelah sekian lama gw menjadi RoKer, gw sedikit-sedikit bisa membaca karakter orang selama perjalanan. Dan kali ini gw mau menggambarkan karakter mereka dengan perabotan yang biasa gw liat dalam rumah tangga. Oke, ga usah panjang-panjang, ini beberapa di antaranya.

1. Setrika

Tipe orang yang ga jelas arah. Bolak balik mengubah keputusan, salah satunya mau turun di mana. Continue reading

Salah Orang

Memalukan memang kalo kita berada pada situasi seperti ini. Terkadang suasana menjadi awkward dan speechless. Pokoknya krik-krik deh. Pernah suatu hari gw main ke Gunung Agung di sekitar kuitang, Jakarta Pusat. Tiba-tiba ada yang nyolek, “Mas, kalo buku piskolog di rak mana, ya?” Gw sempat cengok sesaat, trus menggeleng sambil menunjuk petugas sebenarnya. Orang itu kikuk, gw apalagi. Usut punya usut ternyata, gw make kemeja biru yang mirip seragam petugas Gunung Agung.

Nah, kejadian seperti itu sering juga terjadi di kereta. Seperti ini : Continue reading

Annoying One

Namanya transportasi massal, pasti aja ketemu berbagai tipe orang di dalamnya. Dan tidak semuanya akan berperilaku manis dan menyenangkan atau paling tidak jauh dari yang kita harapkan. Berikut hal-hal yang menjadi catatan gw tentang hal-hal yang tidak menyenangkan. Kalau mau buang-buang waktu untuk mengetahuinya, yuk silakan dibaca 😀

01. Lirikan matamu menggoda hati
Salah satu interaksi yang paling sering gw lakukan dalam ber-KRL adalah menyisir penumpang lain dengan tatatapan identifikasi. Tujuannya untuk memberikan first impression dan meyakinkan ke gw kalo  gw akan aman dan nyaman berdiri dekat dia. Tak jarang dalam melakukan itu, kontak mata sering terjadi. Nah pandangan mata yang paling ga enak gw terima adalah tatapan “KAMU COPET, YA?!” Iya… gw beberapa kali dapat tatapan itu. Sedih banget. Masa tampang imut gw yang super innocent ini masih saja diragukan? Ya Tuhaannn!!! *nangis guling-guling* Continue reading

Sepenggal Fragmen di KRL Pagi Ini

Kupererat genggaman tanganku pada pegangan yang tergantung cukup tinggi di atas. Tapi dorongan dari arah luar tetap saja lebih kuat dari tenagaku pagi ini. Iya, penumpang yang ingin naik dari stasiun Lenteng Agung ini cukup banyak dan dengan antusiasme semangat yang tinggi. Akhirnya aku mengalah dan melepaskan tanganku dari pegangan serta harus merelakan diri terdorong ke belakang.

Masker Continue reading

Gerbong Lenong

Dalam satu rangkaian kereta (umumnya ada 8 – 10 gerbong), ada saja gerbong yang terasa ‘luar biasa’. Gw menyebut gerbong itu sebagai gerbon lenong. Kenapa lenong? Karena gerbong itu rame, berisik dan hingar bingar. Kalo kalian pernah naik kereta listrik Jabodetabek, kalian mungkin menemukan gerbong yang gw maksud itu. Buat yang ga pernah naik kereta atau ga pernah menemukan gerbong seperti itu, well beginilah gerbong lenong itu : Continue reading